Sabtu, 20 Februari 2010

TERAPI IMPOTENSI (2)

Terapi umum untuk disfungsi ereksi atau impotensi adalah penggunaan viagra, levitra dan cialis. Obat-obatan ini bekerja melawan impotensi dengan cara melemaskan otot-otot kecil pada penis, sebuah proses yang meningkatkan aliran darah ke penis, peningkatan aliran darah ini diharapkan memungkinkan terjadinya ereksi, sesuatu yang sangat diharapkan bagi mereka yang menderita impotensi :D

Namun pada kondisi impotensi yang sudah terlalu parah, obat-obatan tersebut seringkali tidak mampu melawan impotensi. Pada kondisi inilah implantasi penis bisa dijadikan terapi yang rasional bagi pasien disfungsi ereksi.


Sekilas tentang Implantasi Penis

Implantasi penis adalah sebuah terapi impotensi dengan cara memasukkan alat berupa pipa elastis kecil ke dalam penis, tepatnya di corpora cavernosa (liat gambar anatomy penis). Pada penis normal corpora cavernosa ini akan terisi darah pada saat ereksi sehingga menyebabkan penis menjadi lebih keras dan besar *wow*.


Selain dibenamkan pipa dalam corpora cavernosa, dipasang juga sebuah pompa pada kantung testis dan tabung cairan pada abdomen. Pada saat si pasien ingin mendapat rangsang dan bersiap menuju pertempuran, si pasien tinggal menekan sisi kantung testis dan pompa akan bekerja menaikkan cairan ke dalam pipa elastis yang dibenamkan di penis tadi, masuknya cairan dalam pipa inilah yang menyebabkan pembesaran dan pengerasan penis seperti pada ereksi secara normal :D Kalo mau lebih jelas, monggo dilihat gambar atas.


Keuntungan dan Kerugian Implantasi Penis

Keuntungan

*
Ereksi lebih tahan lama ;)
* Ereksi yang dihasilkan terasa lebih ‘natural’
*
Tersembunyi total, artinya tidak tampak ada alat pada penis
Kerugian

*
Mahal :( * Sering terjadi komplikasi. ex: infeksi
*
Beresiko terjadi kerusakan perangkat Hmm.. kayaknya metode terapi impotensi dengan implantasi penis sudah bisa dilakukan di indonesia beberapa tahun ke depan :D

source: juraganmedis.com